BPH Migas Percepat Pemulihan Energi di Wilayah Terdampak Energi
Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat upaya percepatan pemulihan energi di wilayah terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat melalui sejumlah langkah strategis.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, salah satu langkah yang penting saat ini adalah perpanjangan relaksasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut. “Untuk Provinsi Aceh dan Sumatra Barat masih berlaku relaksasi, memberikan kemudahan masyarakat untuk mendapatkan BBM yang khusus untuk penanganan kebencanaan,” kata Wahyudi melalui keterangan resmi, Rabu (7/1/2026).
Menurut Wahyudi, perpanjangan keringanan untuk ketiga kalinya itu mencakup jenis minyak solar dan Pertalite yang dapat dilayani dengan sistem manual atau tanpa kode QR di wilayah terdampak bencana guna mempercepat pemulihan tanggap darurat.
Pelaksanaannya dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga selaku badan usaha pelaksana penugasan, yang terus berupaya semaksimal mungkin untuk melayani ketersediaan BBM di wilayah tanggap darurat bencana. “Berlaku sampai kapan? Paling lambat nanti sampai 8 Januari 2026. Ini kita sudah keluarkan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga untuk membantu,” ujar Wahyudi.
Ia mengatakan, BPH Migas juga memberikan bantuan pembangkit listrik tenaga diesel atau genset, baik yang menggunakan Jenis BBM Tertentu (JBT/BBM Subsidi) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP/BBM Kompensasi). “Kita berikan kesempatan 15 hari kemarin sampai nanti dimulainya kondisi distribusi listrik yang ada di sana untuk membantu masyarakat,” katanya.
Ia berharap, upaya-upaya itu dapat mengakselerasi pemulihan akses energi masyarakat di tengah pemulihan pasca-bencana dan cuaca ekstrem di tiga provinsi tersebut. “Saya pikir ini cukup baik. Semoga nanti setelah pasca pemberian relaksasi ini akan bisa berakhir dan kondisi kegiatan masyarakat yang terkena bencana sudah pulih mendapatkan fasilitas akses energi, baik itu BBM maupun LPG, dan di sana tidak ada gangguan termasuk (gangguan) listrik,” ujar Wahyudi.

_(1).jpg)