HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

 


Korlantas Polri Ungkap Jawa Tengah Jadi Titik Rawan Kecelakaan Saat Mudik


 


Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai memetakan potensi risiko kecelakaan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Berdasarkan pemodelan analisis spasial dan probabilitas dari data kecelakaan tahun 2023–2025, wilayah Jawa Tengah diprediksi tetap menjadi titik paling rawan kecelakaan selama masa mudik Lebaran.


Kepala Seksi Analisis Data Korlantas Polri, Kompol Sandhi Widianu, menjelaskan bahwa prediksi tersebut disusun menggunakan data historis kecelakaan dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.  "Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah Jawa Tengah merupakan titik lelah (fatigue point) bagi para pengemudi yang menempuh perjalanan di jalur Tol Trans Jawa. Di Jakarta mereka masih semangat, masuk Jawa Barat masih merasa senang. Namun saat mencapai Jawa Tengah, di situlah titik capeknya,” ujar Sandhi dalam konferensi pers bersama BPJS Kesehatan, Senin (9/3/2026).


Menurutnya, kondisi fisik pengemudi yang mulai menurun saat memasuki wilayah tersebut meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh tanpa istirahat cukup.


Data Korlantas juga menunjukkan tren yang cukup mencolok di wilayah Jawa Tengah, di mana korban kecelakaan sering kali hanya terbagi dalam dua kategori ekstrem, yakni luka ringan atau meninggal dunia. Temuan lain yang cukup mengejutkan adalah bahwa sebagian besar kecelakaan justru terjadi di jalan arteri, bukan di jalan tol.  "Berdasarkan data Korlantas, sebanyak 43,73 persen kecelakaan terjadi di jalur arteri. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perilaku berkendara masyarakat lokal serta kepadatan lalu lintas yang dapat memperlambat penanganan kecelakaan," ungkapnya. 


Selain Jawa Tengah, dua wilayah lain dengan angka kecelakaan cukup tinggi adalah Jawa Timur dan Metro Jaya. Sementara berdasarkan data dari Integrated Road Safety Management System (IRSMS), faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas.


Data menunjukkan bahwa 95,29 persen kecelakaan dipicu oleh human error, terutama karena kurangnya kewaspadaan pengemudi terhadap lalu lintas dari arah depan. Kondisi ini kerap memicu tabrakan frontal atau yang dikenal sebagai “adu banteng” ketika kendaraan mencoba mendahului.


Secara statistik, Korlantas juga memproyeksikan rasio fatalitas yang cukup tinggi pada masa mudik 2026. Dari setiap 10 kecelakaan, diperkirakan dua di antaranya berpotensi menyebabkan korban meninggal dunia.


Menanggapi temuan tersebut, Korlantas Polri menegaskan bahwa strategi pengamanan selama Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada jalan tol, tetapi juga memperkuat pengawasan di jalur arteri. "Kita tidak boleh hanya fokus di tol. Kita juga harus berkonsentrasi pada jalur arteri untuk menekan angka fatalitas,” kata Sandhi.


Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diimbau untuk menjaga kondisi fisik, beristirahat secara cukup, serta tidak memaksakan diri berkendara ketika mulai mengalami kelelahan, terutama saat memasuki wilayah Jawa Tengah.