Satgas PRR Aceh Intensifkan Pembersihan Lumpur Rumah Warga Pascabanjir Bandang
Banda Aceh — Satuan Tugas Percepatan Pemulihan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Aceh terus mengintensifkan pembersihan lumpur di rumah-rumah warga terdampak banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah daerah.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal Z.A, mengatakan pembersihan lumpur masih berlangsung secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat setempat.
“Proses pembersihan terus kami lakukan secara bertahap di wilayah terdampak. Material lumpur yang cukup berat memang membutuhkan penanganan khusus, sehingga pengerjaan dilakukan secara berkelanjutan agar hasilnya maksimal,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan pembersihan lumpur telah dilaksanakan di sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.
Upaya tersebut juga diperkuat melalui program padat karya atau cash for work, yang tidak hanya mempercepat pemulihan lingkungan permukiman, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat.
Menurut Safrizal, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing.
“Tentu masyarakat juga berperan aktif dalam proses pemulihan, terutama untuk membersihkan bagian dalam rumah yang merupakan area privat. Kolaborasi ini sangat membantu mempercepat pemulihan kondisi permukiman warga,” katanya.
Ia menambahkan, pembersihan pada fasilitas umum dan wilayah vital telah lebih dahulu diselesaikan sehingga aktivitas masyarakat di daerah terdampak kini mulai kembali berjalan normal.
Safrizal memastikan, upaya pembersihan dan pemulihan lingkungan akan terus dilanjutkan hingga seluruh rumah warga terdampak kembali bersih, aman, dan layak ditempati.
Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Aceh.

