HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

 


Pemko Padang Percepat Perbaikan 16 Irigasi Pascabencana

 


 Padang — Pemerintah Kota Padang mempercepat pemulihan infrastruktur irigasi pascabencana guna memastikan aktivitas pertanian masyarakat kembali berjalan normal. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pengerjaan fisik permanen ditargetkan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juli 2026.


Langkah percepatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Padang Fadly Amran agar pemulihan infrastruktur tidak berlarut dan dampak bencana terhadap lahan produktif masyarakat dapat segera diatasi.


Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri mengatakan, percepatan pembangunan dilakukan agar masyarakat terdampak, khususnya petani, tidak terus mengalami gangguan distribusi air irigasi.


“Tujuannya supaya masyarakat terdampak tidak merasakan lagi kondisi bencana sebelumnya dan infrastruktur yang rusak bisa segera diperbaiki,” ujar Malvi Hendri, Rabu (13/5/2026).


Sebanyak 16 titik daerah irigasi menjadi prioritas penanganan permanen. Infrastruktur tersebut meliputi Bendung Limau Manis, rekonstruksi Bendung Beringin yang mencakup wilayah Lubuk Sarik, Beringin, dan Lubuk Hantu, Bendung D.I. Kapalo Hilalang, Bendung D.I. Sei Latung, Bendung D.I. Sei Guo, Bendung Rasak Bungo, hingga Bendung Koto Lalang.


Selain itu, rekonstruksi juga dilakukan pada Bendung Batu Busuk di wilayah Sungkai I dan Pasa Lalang, serta sejumlah daerah irigasi lain seperti D.I. Lubuk Lagan, D.I. Guo Atas, D.I. Lubuk Minturun, D.I. Lubuk Laweh, D.I. Lolo, dan D.I. Lolo 2.


Saat ini, Dinas PUPR Kota Padang tengah menyelesaikan tahap perencanaan teknis yang ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026. Setelah itu, proses pengadaan dan penandatanganan kontrak kerja ditargetkan berlangsung pada pekan kedua Juli.


Malvi menjelaskan, sebelumnya pemerintah telah melakukan penanganan sementara melalui skema Operasi dan Pemeliharaan (OP) guna memastikan aliran air tetap tersedia bagi masyarakat dan lahan pertanian.


“Penanganan sebelumnya dilakukan melalui skema OP sebagai langkah sementara agar air tetap mengalir. Namun, untuk pengerjaan permanen ditargetkan mulai berjalan sepenuhnya pada pertengahan Juli mendatang,” jelasnya.


Untuk mendukung percepatan pemulihan tersebut, Pemko Padang mengalokasikan anggaran sekitar Rp226 miliar. Anggaran itu difokuskan pada pemulihan produktivitas masyarakat melalui pembangunan kembali infrastruktur jalan, drainase, dan jaringan irigasi yang terdampak bencana.


Langkah percepatan ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan pascabencana, tetapi juga memperkuat ketahanan infrastruktur pertanian dan menjaga stabilitas produksi pangan masyarakat Kota Padang.