HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

 


Peringati Harkitnas, Mahasiswa Bulukumba Kepung Polda Sulsel: Usut Beking Aparat dan Tangkap Bos PT Katana!

 


MAKASSAR – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada Rabu (20/5/2026) diwarnai gejolak di ibu kota Sulawesi Selatan. Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) turun ke jalan, mengepung Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulsel dan memblokade sebagian akses Flyover Makassar.


Di bawah komando Jenderal Lapangan (Jendlap) Ridwan Alkharismy, massa aksi yang berjumlah sekitar 20 orang ini tidak datang sekadar untuk berorasi seremonial. Mereka membawa sembilan poin tuntutan super-krusial, di mana salah satu bidikan utamanya mengarah tepat ke urat nadi institusi penegak hukum: pemberantasan mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.


Dari pantauan di lapangan, poin kelima dari daftar tuntutan mahasiswa menjadi sorotan paling tajam. Ridwan Alkharismy dengan lantang mendesak pucuk pimpinan Polda Sulsel untuk segera menyeret petinggi PT Katana Global Trade ke balik jeruji besi.


Bukan tanpa alasan, perusahaan ini santer diduga menjadi tameng operasi distribusi solar ilegal berskala besar di wilayah Sulawesi Selatan. Lebih ironis lagi, mahasiswa menuding adanya dugaan kuat keterlibatan oknum aparat penegak hukum yang bermain dua kaki, bertindak sebagai backing (pelindung) bagi armada-armada "tangki siluman" milik sindikat tersebut.


"Kami mendesak Polda Sulawesi Selatan untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam permainan kotor mafia BBM subsidi ini. Tangkap dan adili pihak PT Katana Global Trade yang diduga menjadi dalang kerugian negara!" teriak Ridwan melalui pelantang suara di depan gerbang Mapolda Sulsel, tepat pukul 14.00 WITA.


Tuntutan Beruntun: Dari Pencopotan Kapolri hingga Tambang Ilegal Haji Emmang

Selain mendesak pembersihan institusi dari parasit mafia migas, tuntutan mahasiswa Bulukumba ini juga menyasar langsung ke jantung pemerintahan dan petinggi negara. Mereka mendesak Presiden RI untuk mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mencopot Kepala BGN. Desakan pencopotan juga diserukan untuk Panglima TNI (terkait kasus penyiraman aktivis KontraS) dan Kapolri atas rentetan polemik yang mendera tubuh kepolisian.


Tak luput, isu-isu krusial di daerah asal mereka, Kabupaten Bulukumba, turut diusung. Massa mendesak:


- Penetapan Haji Emmang sebagai tersangka atas dugaan kepemilikan tambang ilegal.


- Pencopotan Kapolda Sulsel atas lambannya penanganan kasus tambang tersebut.


- Pencopotan Kapolres Bulukumba, Kasat Reskrim, dan Kasat Narkoba akibat karut-marutnya penegakan hukum di Bumi Panrita Lopi.


Panasnya orasi di depan Mapolda akhirnya direspons. Pada pukul 14.42 WITA, IPTU A.M. Heriyanto, S.H., Panit Subdit 5 Siber Ditreskrimsus Polda Sulsel, menemui massa aksi. Di hadapan mahasiswa, perwira pertama Polri tersebut berjanji akan merespons tuntutan massa dengan turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Jumat, 22 Mei 2026.


Merasa aspirasinya telah didengar di Mapolda, massa aksi bergerak long march menuju titik sentral aksi Makassar: Flyover.


Tiba di Flyover aksi dilanjutkan dengan orasi bergantian yang diwarnai dengan pembakaran ban bekas, mengirimkan kepulan asap hitam yang melambangkan matinya keadilan akibat cengkeraman mafia di Sulawesi Selatan.


Aksi unjuk rasa dalam rangka Harkitnas ini akhirnya berakhir damai. Massa Aliansi KKMB membubarkan diri dengan tertib.