Target Empat Emas Asian Games 2026 Diperkuat Sinergi Pemerintah dan NOC Indonesia
Jakarta – Pemerintah memperkuat persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, melalui sinergi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), National Olympic Committee (NOC) Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung target perolehan empat medali emas sekaligus memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi sebelum bertanding.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pemerintah telah mengalokasikan dan menyalurkan anggaran sebesar Rp61 miliar lebih awal agar proses persiapan atlet dan kontingen dapat berlangsung optimal.
"Kemenpora berkomitmen penuh. Dana untuk Asian Games sudah kami berikan secara menyeluruh dan diserahkan jauh-jauh hari agar persiapan dapat dilakukan dengan maksimal," ujar Erick usai menerima Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Menurut Erick, dukungan pemerintah tidak hanya berupa pendanaan, tetapi juga penguatan sistem pembinaan atlet melalui program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang. Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berkesinambungan, bukan berbasis persiapan jangka pendek menjelang kejuaraan.
Ia menilai pembinaan berkelanjutan menjadi fondasi peningkatan prestasi olahraga nasional sekaligus investasi untuk melahirkan atlet-atlet masa depan.
"Persiapan atlet memang tidak bisa dilakukan secara jangka pendek. Kita fokus agar atlet berprestasi, sekaligus menyiapkan atlet masa depan," katanya.
Pemerintah menetapkan target realistis berupa empat medali emas pada Asian Games 2026. Namun, Erick mengingatkan bahwa dinamika persaingan olahraga internasional sangat kompetitif sehingga fokus utama tetap diarahkan pada kesiapan atlet.
"Target tentunya realitas, empat emas. Tugas kita adalah mendorong agar atlet bisa tampil maksimal dan memastikan mereka memiliki persiapan terbaik saat bertanding," ujarnya.
Sementara itu, Chef de Mission Tim Indonesia Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, menjelaskan pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi untuk memastikan seluruh aspek operasional kontingen berjalan lancar selama penyelenggaraan Asian Games yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Koordinasi dilakukan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang untuk menyiapkan Rumah Indonesia sebagai pusat layanan bagi kontingen, serta dengan Garuda Indonesia guna mendukung kelancaran transportasi atlet dan ofisial.
Menurut Todotua, tantangan Asian Games kali ini berbeda karena lokasi pertandingan tersebar di berbagai wilayah Prefektur Aichi dan sekitarnya, sehingga membutuhkan perencanaan logistik yang lebih matang.
"Jumat ini kami akan bertemu dengan jajaran direksi Garuda Indonesia untuk membahas dukungan yang dapat diberikan kepada Tim Indonesia sehingga seluruh proses keberangkatan dan kepulangan atlet maupun ofisial dapat berjalan optimal," katanya.
Selain itu, CdM juga akan mengirim tim pendahulu (advance team) ke Jepang dalam waktu dekat untuk melakukan inspeksi terhadap venue pertandingan, akomodasi, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.
"Dalam minggu ini kami akan mengirimkan advance team untuk memastikan kesiapan venue pertandingan, akomodasi, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya sehingga atlet dan ofisial dapat fokus bertanding di Asian Games," ujar Todotua.
Menanggapi langkah tersebut, Erick memberikan apresiasi atas koordinasi yang telah dibangun oleh CdM bersama berbagai pihak.
"Ini bukan kaleng-kaleng. Langsung koordinasi dengan Dubes, langsung dengan Garuda," katanya.
Asian Games 2026 direncanakan diikuti kontingen Indonesia yang terdiri atas sekitar 411 atlet dari 32 cabang olahraga. Bersama ofisial, total kontingen diperkirakan mencapai sekitar 600 orang. Selain dukungan pemerintah, NOC Indonesia juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta untuk memperkuat pembiayaan dan operasional kontingen.

