HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

 


Diiringi Doa Ratusan Yatim & Tradisi Angaru, H. Badris Salam Buktikan Kelas Pemersatu REI Sulsel

 


Makassar — Lazimnya, pendaftaran calon pimpinan organisasi pengusaha identik dengan pamer kemewahan atau adu kencang raungan mesin konvoi. Namun, pemandangan berbeda dan menyentuh hati justru tersaji di Kantor DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, Jalan Nikel, Makassar, pada Senin (28/9/2026) siang.


Pengembang senior H. Badris Salam (HBS) resmi mengembalikan formulir pendaftaran calon Ketua DPD REI Sulsel periode 2026–2029. Langkah kakinya memasuki arena kontestasi tidak sekadar dikawal oleh gegap gempita para loyalis, melainkan dibalut dalam suasana sakral yang memadukan kedalaman spiritual dan marwah budaya luhur.


Keteladanan di Balik Ritual Angaru dan Doa Yatim


Kedatangan CEO Bumi Pundi Karsa Grup ini disambut dengan tradisi Angaru—sebuah ikrar kesetiaan, keberanian, dan penghormatan tertinggi dalam adat Bugis-Makassar. Di saat yang sama, ratusan anak yatim yang turut mengantarnya tampak menengadahkan tangan, memanjatkan doa-doa tulus untuk kelancaran niat baik sang tokoh properti.


Momen haru ini mempertegas personal branding seorang H. Badris Salam. Ia mengirimkan pesan kuat ke publik bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya dibangun di atas lobi-lobi politik organisasi tingkat tinggi, tetapi harus berlandaskan nilai keteladanan, kedermawanan, dan keberkahan dari Yang Maha Kuasa.


"Hari ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi saya. Ditingkahi doa tulus dari anak-anak kita, para anak yatim, serta disambut dengan tradisi Angaru yang sarat marwah dan budaya, saya merasa melangkah dengan pijakan yang sangat kuat dan penuh keberkahan," ungkap HBS dengan nada bergetar menahan haru.


'Magnet' Pemersatu Lintas Generasi


Restu bumi dan langit yang mengiringi langkah HBS sejalan dengan kokohnya dukungan dari para 'pemilik saham' sesungguhnya di REI Sulsel. Posisi HBS sebagai figur pemersatu tak bisa lagi dibantah.


Dalam prosesi pendaftaran yang khidmat tersebut, ia tampak diapit oleh jajaran mantan Ketua DPD REI Sulsel yang rela turun gunung, sebut saja Jamaluddin Jafar, Jamaluddin Ahmad, Andi Yusran Paris, Saldy Mansyur, hingga H. Amirullah Nur Saenong.


Tidak hanya patron properti, magnet kepemimpinan HBS turut menarik dukungan dari luar ring industri real estate. Kehadiran Ketua Pengprov IOF Sulsel, Adi Rasyid Ali, dan Sekjen JKOC, Randy, beserta ratusan loyalis Sahabat HBS membuktikan bahwa visinya tentang kebersamaan dapat diterima oleh semua elemen.


Mengubah 255 Dukungan Menjadi "Rumah Bersama"


Melalui slogan “Rumah Bersama”, HBS membawa komitmen besar untuk menjadikan DPD REI Sulsel sebagai organisasi yang inklusif—rumah yang adil bagi pengembang kelas kakap di ibu kota maupun para perintis di daerah.


Ia tidak datang dengan pepesan kosong. HBS secara resmi menyerahkan bukti dukungan tertulis dari 255 voter (pemilih), sebuah angka mayoritas mutlak dari total 388 anggota aktif REI Sulsel.


"Dukungan tertulis dari 255 voter ini adalah kepercayaan dan mandat riil. Dengan doa anak yatim, bimbingan para senior, serta persatuan seluruh anggota, kami siap membawa kejayaan dan marwah baru bagi industri properti di Sulawesi Selatan," pungkasnya tegas.


Hari ini, di Jalan Nikel, H. Badris Salam telah membuktikan satu hal: bahwa pemimpin yang baik tahu cara menghargai sejarah dan budayanya, pemimpin yang welas asih tak pernah lupa menyantuni yang lemah, dan pemimpin yang kuat mampu menyatukan semua perbedaan di bawah satu atap persaudaraan.