HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

 


Jemput Restu ke Ibu Kota, Haji Badris Kunci Tiket Emas dari Legenda REI Sulsel Saldy Mansyur

  


JAKARTA — Jarak ribuan kilometer tak menyurutkan langkah H. Badris Salam untuk merajut konsolidasi jelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) REI Sulawesi Selatan. Keseriusannya menatap kursi ketua dibuktikan dengan manuver jemput bola terbang langsung ke Jakarta demi sowan kepada legenda properti Sulsel, H. Saldy Mansyur.

 

Di salah satu lobi hotel kawasan Senayan, pertemuan dua generasi pengembang ini berlangsung hangat. Badris hadir tak sekadar meminta doa restu, melainkan menyerap transfer of knowledge dari Saldy—figur kawakan yang sukses memimpin REI Sulsel dua periode dan pernah menjabat Wakil Bupati Luwu Timur.

 

Langkah taktis Badris ini membuahkan hasil gemilang. Ia sukses mengantongi 'tiket emas' berupa dukungan penuh dari sang senior.

 

Visi yang Beresonansi

 

Bagi Saldy Mansyur, kedatangan Badris membuktikan adab dan kematangan seorang calon pemimpin. Dalam perbincangan tersebut, Saldy menitipkan pesan esensial bahwa roda organisasi REI Sulsel hanya bisa berputar kencang jika dinakhodai oleh sosok yang inklusif dan visioner.

 

Saldy merumuskan kriteria nakhoda REI ke dalam beberapa pakem utama: perekat soliditas anggota, pengayom yang solutif, teladan yang berintegritas, serta komunikator ulung yang mampu menundukkan ego sektoral perbankan dan birokrasi pemerintahan daerah.

 

"Semua kriteria ketua ada pada diri Haji Badris. Jadi, saya siap mendukung beliau," lugas Saldy memberikan garansi.

 

Dukungan terbuka dari putra asli Luwu tersebut kian mempertebal tembok pertahanan H. Badris Salam di bursa pencalonan. Diakui sebagai pengusaha tangguh dengan rekam jejak kolaborasi perbankan yang cemerlang, jalan Badris untuk menyatukan visi seluruh developer di Sulawesi Selatan kini terasa makin lapang.