HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

 


Restu Senior Mengkristal: Sekjen REI Pusat Turun Gunung Mentori H. Badris di Musda Sulsel

 


 


MAKASSAR – Konstelasi politik internal menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan kian menunjukkan arah angin pemenangan. Sekretaris Jenderal DPP REI, Raymond Arfandi, secara terbuka mengungkapkan adanya mandat khusus dari senioritas organisasi untuk mengawal penuh pencalonan H. Badris Salam.


Pernyataan krusial tersebut disampaikan Raymond di hadapan ratusan pengembang dan kader asosiasi saat gelaran deklarasi "HBS for REI Sulsel" di Hotel Claro, Makassar, Rabu (9/9/2026).


"Saya ini ditugaskan oleh Pak Idris (Manggabarani) untuk mentor H. Badris memimpin REI Sulsel," tegas Raymond yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta forum.


Menjaga Warisan 56 Tahun Ir. Ciputra


Bagi Raymond, perhelatan Musda REI Sulsel tidak boleh dangkalkan sekadar sebagai panggung euforia politik organisasi. Kursi DPD REI Sulsel membawa beban sejarah dan tanggung jawab moral yang sangat tebal dalam menjaga marwah asosiasi pengembang tertua di Indonesia tersebut.


Ia mengingatkan bahwa komitmen kepemimpinan hari ini adalah bagian dari merawat warisan besar yang telah ditancapkan sejak almarhum Ir. Ciputra mendirikan REI pada 1970 silam—sebuah perjalanan panjang yang kini menginjak usia 56 tahun.


Guna memantapkan mentalitas H. Badris, mantan Ketua DPD REI Sulsel ini membagikan rekam jejak refleksinya saat pertama kali meminta restu kepada tokoh senior Idris Manggabarani, 16 tahun lalu. Kala itu, Raymond diuji dengan tiga pertanyaan mendasar: alasan pencalonan, cetak biru rencana kerja, serta strategi konkret membangun eksistensi organisasi.


"Tugas memimpin organisasi ini tidak gampang, tetapi saya yakin di tangan Pak Haji Badris semua bisa diwujudkan. Organisasi kita terkenal paling solid di Indonesia. Diperlukan komitmen dan konsistensi untuk menjaga REI Sulsel tetap kompak dan berprestasi, baik di tingkat lokal maupun nasional," papar Raymond.


Taring Geopolitik Nasional dan Imbauan "Fair Play"


Sebagai pengurus teras di tingkat pusat, Raymond menegaskan betapa strategisnya posisi DPD REI Sulsel dalam peta pembangunan nasional. Taji organisasi ini tercermin dari perhatian tinggi pemerintah pusat, di mana forum-forum strategis REI kerap dihadiri langsung oleh tiga menteri kabinet sekaligus.


Mengingat bobot legitimasi organisasi yang sangat besar tersebut, Raymond melayangkan pesan menohok kepada seluruh elemen persidangan dan bakal calon. Ia mewanti-wanti agar dinamika kompetisi menuju kursi DPD REI Sulsel periode 2026–2029 tetap berada di koridor etik yang sehat.


"Iklim kompetisi harus berjalan adil dan bermartabat. Jangan ada aksi saling menyerang, mereduksi reputasi, atau mencederai nama baik sesama anggota. Muruah dan soliditas REI Sulsel harus tetap menjadi panglima di atas segalanya," pukas Raymond.