'Turun Gunung' 5 Legenda Properti Sulsel: Restu Bintang Lima untuk H. Badris Salam Nakhodai REI
MAKASSAR — Ada pemandangan tak lazim yang mewarnai eskalasi politik internal DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) periode 2026–2029, lima mantan ketua organisasi pengembang perumahan terbesar di Sulsel itu 'turun gunung' dan duduk sejajar dalam satu panggung.
Kehadiran para legenda properti ini terekam jelas dalam gelaran deklarasi pencalonan H. Badris Salam bertajuk "Hadir Bersama Sahabat (HBS) FOR REI Sulsel" di Hotel Claro, Makassar, pada Rabu (9/9/2026).
Pantauan di arena deklarasi, tokoh-tokoh sentral seperti Andi Idris Manggabarani, Raymond Ardan Arfandy, Arief Mone, M. Sadiq, hingga Sudarman Supardi menempati barisan VIP terdepan. Formasi kelima tokoh ini bukan sekadar reuni formalitas, melainkan sebuah unjuk kekuatan dan pesan konsensus bahwa gerbong kepemimpinan REI Sulsel telah solid mengarah pada satu nama.
Kualifikasi 'Bintang Lima' Hadapi Turbulensi
Riuh rendah ruang deklarasi kian pecah saat pilar-pilar senior ini bergantian naik ke mimbar. Komitmen yang mereka sampaikan menjadi garansi moral untuk menjaga marwah kepemimpinan organisasi, sekaligus mempertebal posisi tawar REI Sulsel di mata pemerintah daerah dan mitra perbankan.
Ketua Dewan Kehormatan sekaligus mantan Ketua DPD REI Sulsel, Andi Idris Manggabarani, secara terbuka membedah kualifikasi kandidat di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi makro. Ia menilai keberanian H. Badris Salam untuk mengambil alih tongkat estafet di situasi ekonomi yang dinamis adalah langkah yang patut diapresiasi.
"Syukur ada yang mau maju untuk membesarkan REI Sulsel. Alhamdulillah sekarang sudah ada, dan yang ada itu kualifikasinya adalah bintang lima. Kita harus tahu kita akan dibawa ke mana, dan saya yakin Haji Badris bisa membawa kita terbang menggapai cita-cita bersama," tegas Idris Manggabarani, memberi validasi penuh.
Restu 'Komplit' dan Taring Geopolitik Nasional
Dukungan serupa juga dilontarkan dengan narasi lugas oleh Raymond Ardan Arfandy. Mantan Ketua DPD REI Sulsel yang kini menduduki kursi elite sebagai Sekretaris Jenderal DPP REI ini menilai, kehadiran langsung sosok Idris Manggabarani untuk menjadi mentor Badris Salam adalah sebuah privilese luar biasa.
"Dengan hadirnya Pak Idris menjadi mentor buat Haji Badris, ini satu kehormatan. Alhamdulillah luar biasa. Enam belas tahun Pak Idris tidak berubah, mungkin hanya sedikit saja rambutnya sudah ada putih. Tapi style-nya, gayanya, apalagi karakternya tidak berubah sama sekali," ujar Raymond, memecah tawa dan senyum simpul para peserta deklarasi.
Lebih jauh, Raymond menegaskan bahwa kehadiran kelima mantan ketua ini menjadi stempel legitimasi mutlak bagi H. Badris Salam. Tidak ada lagi keraguan di level elite.
"Beliau hadir hari ini semakin membesarkan hati kita. Restu buat Haji Badris saya kira sudah komplit. Berarti maju, wujudkan niat Bapak untuk membangun REI Sulsel menjadi DPD yang berprestasi, baik di daerah maupun nasional," dorong Raymond.
Sebelum menutup orasinya, sang Sekjen mengingatkan betapa kuatnya taring geopolitik REI di tingkat nasional. Sebagai wadah yang menaungi sekitar 5.000 anggota se-Indonesia, organisasi ini adalah mitra strategis nomor wahid bagi pemerintah di sektor perumahan rakyat. Di sinilah DPD REI Sulsel dituntut untuk terus mencetak kader yang mampu bersuara lantang hingga ke tingkat pusat.
Dengan mengantongi restu 'bintang lima' dari lima pilar utama organisasinya, jalan H. Badris Salam menuju kursi Ketua DPD REI Sulsel periode 2026-2029 di atas kertas diprediksi akan berjalan mulus tanpa hambatan berarti.

