HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

 


Bawa Visi Inklusif, H. Badris Salam Jadikan Musda REI Sulsel Ajang Konsolidasi Akbar

 

Makassar — Suhu dinamika jelang Musyawarah Daerah (Musda) XV Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Sulawesi Selatan kian menghangat. Namun, di tengah pusaran lobi-lobi politik organisasi, nama H. Badris Salam (HBS) justru mencuat dengan langkah yang menyejukkan: membawa agenda besar konsolidasi dan penguatan ekosistem perumahan yang inklusif.

Bagi figur sentral dalam bursa kepemimpinan REI Sulsel ini, Musda bukanlah medan tempur untuk saling menumbangkan. Pengusaha properti kawakan ini secara tegas memosisikan kontestasi elektoral tersebut sebagai turning point (titik balik) untuk merapatkan barisan seluruh pelaku industri properti di Sulawesi Selatan.

Menjahit Persatuan Lewat Visi Bernurani

Tidak datang dengan tangan kosong, H. Badris Salam mengusung visi besar yang menjadi cetak biru perjuangannya: "Mewujudkan REI Sulawesi Selatan yang Solid, Inklusif, Bernurani, dan Sejahtera."

Demi merealisasikan visi tersebut, HBS tidak eksklusif. Ia terus bermanuver membangun komunikasi intensif dan membuka pintu silaturahmi selebar-lebarnya. Mulai dari para pemilik suara di tingkat akar rumput, tokoh-tokoh senior penyokong organisasi, hingga berbagai faksi di dalam tubuh REI Sulsel, semua dirangkulnya untuk duduk di satu meja.

Respons atas manuver 'merangkul' ini berbuah manis. Ratusan berkas dukungan dan surat kuasa dari para anggota kini telah terverifikasi dan mengalir deras ke kubu HBS. Keselarasan pandangan di antara para pengembang inilah yang diyakini Badris sebagai modal utama untuk menerjang tantangan industri properti yang makin kompleks ke depannya.

Seruan Tolak 'Kubu-kubuan' Pasca-Musda

Juru Bicara Pribadi H. Badris Salam, Sahar Ridwan, menegaskan bahwa derasnya arus dukungan tidak akan membuat kubunya jemawa. Ia memastikan, euforia dukungan ini justru menjadi fondasi untuk menghapus sekat-sekat perbedaan pasca-pemilihan.


"Musda XV ini adalah rumah kita bersama. Apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh rekan-rekan pengembang, baik di Makassar maupun di daerah-daerah, yang telah memberikan kepercayaan penuh," ujar Sahar Ridwan saat ditemui di Makassar, Jumat (2/10/2026).

Sahar menggarisbawahi bahwa roh utama dari pergerakan HBS adalah persatuan. "Semangat yang kita bangun adalah semangat kebersamaan, di mana tidak ada lagi kubu-kubuan pasca-Musda. Kita semua bersatu untuk membesarkan rumah besar REI," tegasnya.

Menuju Panggung Claro yang Bermartabat

Hitung mundur menuju puncak Musda XV yang akan digelar pada 7 Oktober 2026 di Hotel Claro Makassar telah dimulai. Mengantisipasi tensi yang biasa memuncak di hari-H, kubu HBS secara terbuka mengajak seluruh insan pers, simpatisan, dan anggota REI Sulsel untuk bahu-membahu menjaga iklim yang kondusif, sejuk, dan konstruktif.

"Pak HBS mengajak semua pihak untuk menjadikan Musda XV DPD REI Sulawesi Selatan ini sebagai teladan demokrasi organisasi yang matang, bermartabat, dan memberikan dampak nyata bagi kebangkitan ekonomi daerah melalui sektor properti," pungkas Sahar menutup pernyataannya.

Kini, publik dan para pelaku industri menanti. Akankah visi inklusif dan agenda konsolidasi akbar H. Badris Salam ini sukses membawa REI Sulsel memasuki era baru yang lebih solid dan berwibawa? Jawabannya ada di palu sidang Musda XV esok.