Sinergi Taktis REI Sulsel & BTN Sulampua: Rilis Kartu Khusus hingga Sikat Hambatan Konstruksi
Oktober 23, 2026
Makassar — Di balik nuansa santai sebuah kafe di bilangan Jalan Botolempangang, Makassar, Jumat (23/10/2026), sebuah lobi bisnis bernilai triliunan rupiah tengah dirajut. Bank BTN Regional Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) sukses mengumpulkan para 'naga' properti dalam ajang bergengsi Developer Gathering Kuartal IV 2026.
Mengusung tema kasual "Chit, Chat, and Chill", agenda ini nyatanya menjadi panggung strategis untuk mempererat urat nadi pembiayaan antara perbankan dan tiga asosiasi raksasa pengembang perumahan: REI, Apersi, dan Himpera.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, H. Badris Salam, yang hadir secara khusus dalam perhelatan tersebut, memastikan bahwa asosiasinya siap berdiri di garis terdepan untuk berkolaborasi dengan Bank BTN.
Terobosan Kartu Identitas Pengembang
Regional CEO (RCEO) BTN Sulampua, Romeo Daniel MVE, menegaskan bahwa gathering ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul santai jelang tutup tahun. Acara ini dirancang untuk mendobrak sekat komunikasi antara pihak bank dan para eksekutor lapangan.
Dalam momen tersebut, Bank BTN memberikan apresiasi dan penghargaan khusus kepada pengembang-pengembang berprestasi. Namun, gebrakan utamanya adalah peluncuran inovasi kartu keanggotaan (ID Card) desain khusus yang diperuntukkan bagi para anggota REI, Apersi, dan Himpera.
"Kami mengucapkan terima kasih. Acara ini bukan hanya chit, chat, and chill semata. Ada beberapa terobosan dari BTN Sulampua, salah satunya launching kartu anggota asosiasi, sekaligus bentuk apresiasi kami kepada para mitra pengembang," papar Romeo di hadapan para bos properti.
Menyikat Hambatan Pencairan Konstruksi
Selain inovasi kartu, forum santai ini berubah menjadi meja bedah masalah. Romeo secara blak-blakan memaparkan hasil blusukannya ke berbagai daerah. Ia menemukan sejumlah 'batu sandungan' yang selama ini membuat napas cashflow pengembang tersengal.
Berbagai isu krusial diurai habis-habisan, mulai dari kerumitan pencairan Dana Jaminan Kelayakan Konstruksi (JKK), skema Kredit Yasa Griya (KYG), hingga kendala pemenuhan petugas On The Spot (OTS) Officer dan hambatan CVD di lapangan. Keterbukaan Bank BTN dalam merespons masalah ini menjadi angin segar bagi industri properti.
Langkah taktis perbankan BUMN ini langsung disambut antusias oleh H. Badris Salam. Bos Bumi Pundi Karsa Holding ini mengaku sangat salut dengan manuver Bank BTN.
"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat riil bagi pengembang, utamanya di asosiasi REI Sulsel. Kami siap berdiskusi intens dengan Bank BTN terkait berbagai bentuk eksekusi kerja sama ke depannya," urai Badris memastikan sinergi yang akan segera diakselerasi oleh kepengurusannya.

